ART with HEART 2026: Panasonic-GOBEL Dorong Kemandirian Seniman Difabel

GalaPos ID, Jakarta.
Dunia seni rupa Indonesia selama ini kerap dipenuhi nama besar, galeri eksklusif, dan transaksi fantastis yang sulit dijangkau publik biasa.
Di tengah situasi itu, Panasonic-GOBEL Group kembali menghadirkan ART with HEART 2026 sebagai ruang alternatif bagi seniman difabel untuk memperoleh akses yang selama ini tidak selalu terbuka.

ART with HEART 2026: Panasonic-GOBEL Dorong Kemandirian Seniman Difabel
Di negeri yang lebih cepat viral karena joget TikTok daripada pameran seni, seniman difabel akhirnya diberi panggung yang layak untuk dilihat publik. Foto: istimewa

"Ketika banyak galeri lebih sibuk menjual gengsi, ART with HEART mencoba mengingatkan bahwa seni seharusnya juga bicara soal manusia."

Baca juga:

Gala Poin:
1. ART with HEART 2026 menghadirkan 70 karya dari seniman senior dan difabel.
2. Panasonic-GOBEL mendorong seniman difabel masuk ke pasar profesional melalui business matching.
3. Program ini menjadi bagian perayaan 70 tahun GOBEL Mengabdi untuk Negeri.


Pameran seni yang digelar pada 21–24 Mei 2026 di Gandaria City itu mengusung tema “KAMI”, dengan semangat membangun kolaborasi dan ekosistem seni yang lebih inklusif.

Program ini menjadi bagian dari perayaan 70 tahun GOBEL Mengabdi untuk Negeri, sekaligus menegaskan upaya perusahaan untuk memperluas makna kontribusi sosial di luar bisnis elektronik dan teknologi.

Tahun ini, ART with HEART menghadirkan 70 karya dari 38 seniman senior dan seniman difabel melalui charity art fair dan business matching. Konsep tersebut tidak hanya menjadikan penyandang disabilitas sebagai objek empati, tetapi mencoba menempatkan mereka sebagai mitra kreatif profesional.

Perwakilan Panasonic-GOBEL Group M. Arif Rachmat Gobel menegaskan bahwa program ini diarahkan untuk membuka peluang ekonomi nyata bagi para seniman difabel.

“Seni menjadi jembatan menuju kemandirian. Kami ingin menciptakan peluang nyata agar seniman difabel dapat berkembang secara mandiri, termasuk melalui kolaborasi dan akses pasar,” ujar Arif Rachmat Gobel dalam keterangan resmi, Kamis, 21 Mei 2026.

Baca juga:
Ketika Bantuan Kemanusiaan Dianggap Ancaman: Lima WNI Ditahan Israel

Pernyataan itu menjadi penting karena salah satu persoalan terbesar komunitas difabel di Indonesia bukan hanya akses pendidikan atau pekerjaan, melainkan akses terhadap ruang apresiasi yang setara.
 
ART with HEART mencoba menjawab persoalan tersebut lewat pendekatan bisnis dan pasar. Dalam program business matching, dunia usaha dipertemukan langsung dengan seniman difabel sebagai calon mitra kreatif profesional.

Langkah ini sekaligus menggeser paradigma lama bahwa karya difabel hanya layak dipajang dalam acara amal atau kegiatan simbolik semata.

Kurator pameran Ina Silas menilai eksposur publik menjadi faktor penting agar karya seniman difabel mendapatkan tempat yang setara di industri seni nasional.

“Seni rupa Indonesia telah mendapatkan banyak apresiasi di berbagai event seni internasional. Saya berharap karya seni rupa seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan apresiasi yang sama dari masyarakat dan pecinta seni, dan semakin banyak karya mereka mengisi ruang-ruang galeri maupun kegiatan art fair. Eksposur yang luas, sebagaimana yang dilaksanakan oleh Panasonic-GOBEL, akan menjadi motivasi bagi seniman difabel untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan mereka,” tutur Ina Silas, Kamis, 21 Mei 2026.

ART with HEART 2026: Ketika Seniman Difabel Berjuang Menembus Pasar Seni yang Elitis
Perwakilan Panasonic-GOBEL Group M. Arif Rachmat Gobel: ART with HEART 2026 menghadirkan karya seniman difabel ke ruang publik dan pasar profesional. Foto: istimewa

 

Meski demikian, tantangan terbesar tetap berada pada keberlanjutan program. Banyak kegiatan inklusif di Indonesia berhenti pada seremoni tahunan tanpa perubahan signifikan terhadap kesejahteraan pelaku difabel.

Karena itu, publik kini menanti apakah ART with HEART benar-benar mampu membuka pasar jangka panjang bagi seniman difabel, atau sekadar menjadi agenda corporate social responsibility yang ramai saat peresmian lalu perlahan dilupakan.

 

Baca juga:
Rupiah Melorot, Tempe Kulonprogo Terpukul: UMKM Kecil Terdampak

"ART with HEART 2026 menghadirkan karya seniman difabel ke ruang publik dan pasar profesional. Di tengah industri seni yang kerap eksklusif dan penuh elitisme, Panasonic-GOBEL mencoba membuka jalan bahwa apresiasi seni tak seharusnya hanya milik mereka yang punya nama besar."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #ARTwithHEART2026 #PanasonicGobel #SeniDifabel #InklusiSosial #ArtFairIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال