Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Menpora dan PPPA Desak Usut Tuntas

GalaPos ID, Jakarta.
Dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menempatkan korban sebagai pusat perhatian publik. Jumlah atlet yang melapor meningkat dari delapan orang—lima putra dan tiga putri—menjadi 10 atlet.
Di tengah sorotan luas, kebutuhan akan perlindungan, pemulihan, dan jaminan rasa aman menjadi hal paling mendesak.

FPTI Nonaktifkan Pelatih, 10 Atlet Laporkan Dugaan Pelecehan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan empati mendalam kepada korban. Ia menegaskan setiap penanganan kasus kekerasan harus berorientasi pada kepentingan dan keselamatan korban. Foto: istimewa

"Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing nasional mengguncang publik. Di tengah proses hukum yang berjalan, fokus utama kini tertuju pada perlindungan dan pemulihan korban."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Jumlah atlet pelapor dugaan pelecehan dan kekerasan di FPTI meningkat menjadi 10 orang.
2. Kementerian PPPA dan Kemenpora menegaskan perlindungan korban serta komitmen pengusutan tuntas.
3. FPTI menonaktifkan sementara pelatih kepala dan membentuk Tim Pencari Fakta.


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan empati mendalam kepada korban. Ia menegaskan bahwa setiap penanganan kasus kekerasan harus berorientasi pada kepentingan dan keselamatan korban.

“Kami mendorong agar korban mendapatkan pendampingan yang komprehensif mulai dari layanan psikologis, medis, hingga pendampingan hukum, serta perlindungan dari segala bentuk tekanan, intimidasi maupun stigma,” ujar Arifah dalam keterangan tertulis yang diterima GalaPos ID, Senin, 2 Maret 2026.

Kementerian PPPA menekankan proses hukum harus menjamin kerahasiaan identitas dan keamanan korban, serta mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang mengedepankan perspektif korban.

Baca juga:
Panglima TNI Serahkan Jenazah Wapres ke-6 RI ke Negara

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan komitmennya mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing. Ia juga menggagas saluran pengaduan bagi atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual melalui pengaduan.atlet@kemenpora.go.id.

“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” tegas Menpora Erick.

Dukungan terhadap pengusutan kasus juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kemenpora dan FPTI.

"Saya selaku Ketua Umum KONI Pusat, memberikan dukungan untuk Kemenpora dan FPTI dalam upaya pendalaman atas dugaan pelecehan seksual oleh salah satu pelatih," ucapnnya.

Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Menpora dan PPPA Desak Pengusutan Tuntas
Tim panjat tebing putri belum berhasil mengamankan medali buat Tim Indonesia di Olimpiade 2024 Paris. Foto: Kemenpora

 

“Atlet, pelatih dan ofisial adalah Patriot Olahraga Indonesia yang harus dilindungi," sebut Marciano.

Ia menegaskan bahwa apabila terbukti terjadi pelanggaran, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang.

Di internal organisasi, Ketua Umum FPTI Yenny Wahid menyatakan komitmen zero tolerance terhadap pelecehan seksual maupun kekerasan fisik. FPTI telah menonaktifkan sementara pelatih kepala Hendra Basir hingga Tim Pencari Fakta (TPF) menyelesaikan pemeriksaan.

"Saya selaku Ketua Umum PP FPTI telah menerima laporan dugaan pelanggaran etik dan langsung bergerak cepat untuk melindungi para atlet," kata Yenny dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.

Baca juga:
Kurang Tidur Lebih Berbahaya dari Tidur Pakai Bra?

"Saya berkomitmen untuk melindungi semua korban serta menegakkan prinsip zero tolerance terhadap tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik," ujarnya menegaskan.

Pelatih yang dilaporkan, Hendra Basir, membantah tudingan pelecehan seksual.

"Yang membuat drop ini kan, tindakan pelecehan seksual. Itu yang saya sampai saat ini tidak habis pikir. Tindakan ini di-framing-nya seakan-akan ada ajakan hal-hal aneh atau mesum. Itu fitnah."

Hanya saja Hendra membenarkan pernah memeluk atlet putri. Ia menyebut tindakan tersebut dilakukan dalam konteks memberikan penguatan emosional saat latihan atau kompetisi.

"Jadi yang saya lakukan sifatnya situasional di latihan dan kompetisi. Contoh, performanya tidak tampil dan atlet kecewa. Atlet saya marahi, biasanya atlet itu nangis."

Baca juga:
Siapa Lindi Fitriyana? Aktris dan Penyanyi yang Kini Jadi Istri Virgoun

"Di situ saya peluk dan cium kening serta ubun-ubun. Itu semata-mata untuk penguatan ke atlet dan hal serupa saya lakukan ke anak setelah salat dan antar sekolah," ujar Hendra menjelaskan.

Kasus ini juga mendapat perhatian DPR RI. Hingga Minggu (1/3), Tim Pencari Fakta FPTI belum membeberkan hasil investigasi secara terbuka. Di sisi lain, FPTI memastikan persiapan menuju Kualifikasi Asian Games 2026 tetap berjalan dengan penekanan pada aspek keamanan dan keselamatan atlet.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa sistem perlindungan atlet—mulai dari mekanisme pengaduan yang aman, kebijakan perlindungan yang jelas, hingga edukasi tentang relasi kuasa di lingkungan olahraga—tidak bisa lagi ditunda. Bagi korban, keadilan bukan hanya soal hukuman bagi pelaku, tetapi juga tentang pemulihan, martabat, dan jaminan bahwa ruang olahraga adalah tempat yang aman untuk berprestasi.

 

Baca juga:
Marak Pencurian di Batu Bara, Rumah Wartawan Kembali Disasar

"Dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di FPTI bertambah menjadi 10 atlet pelapor. Menteri PPPA dan Menpora menegaskan perlindungan korban dan komitmen pengusutan tuntas."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #FPTI #PerlindunganAtlet #StopKekerasanSeksual

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال