GalaPos ID, Papua.
Tokoh masyarakat Papua, Socratez Sofyan Yoman, menyatakan kesiapannya untuk mendukung Wakil Presiden Mar’uf Amin dalam upaya menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua. Dukungan ini disampaikan setelah Mar’uf Amin resmi menjabat sebagai Ketua Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), yang juga dikenal sebagai Badan Pengarah Papua (BPP).
"Ketika sebagian publik meragukan efektivitas kebijakan pusat dalam mengurai konflik Papua, seorang tokoh gereja yang dikenal vokal justru menaruh harapan baru. Ia melihat secercah peluang untuk perdamaian sejati dari langkah seorang wakil presiden sepuh yang memilih datang langsung ke tanah yang lama bergejolak itu."
Baca juga:
- Mencegah Banjir, Menantang Alam: Dibalik Modifikasi Cuaca BMKG
- Badung Pilih Insinerator Ramah Lingkungan Sambil Tunggu PSEL 2027
- APEC 2025, Prabowo Dorong Pengiriman Mahasiswa Indonesia ke Selandia Baru
Gala Poin:
1. Socratez Sofyan Yoman mendukung Mar’uf Amin dalam menjalankan peran sebagai Ketua BP3OKP untuk mempercepat penyelesaian konflik di Papua.
2. Pendekatan dialogis Gus Dur dijadikan contoh, di mana penghargaan dan penghormatan terhadap masyarakat Papua menjadi kunci keberhasilan.
3. Harapan akan kedamaian sejati Papua muncul dari kerja sama lintas pihak dan komitmen pemerintah pusat yang dinilai semakin terbuka.
Socratez, yang juga menjabat sebagai Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, menilai langkah Mar’uf Amin sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masyarakat Papua. Ia menyambut positif kunjungan dan perhatian yang diberikan langsung oleh Wakil Presiden ke wilayah tersebut.
“Saya sangat menghargai kunjungan yang dilakukan oleh Mar’uf Amin ke Papua. Ini adalah langkah yang sangat berarti bagi kami di Papua, dan saya berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” ujar Socratez pada Selasa, 13 Agustus 2024.
Menurut Socratez, kunjungan tersebut mengingatkannya pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang disebutnya berhasil membangun kepercayaan masyarakat Papua melalui pendekatan dialogis.
Baca juga:
Operasi Damai Cartenz, Strategi Humanis Hadapi KKB di Papua
Ia menilai gaya kepemimpinan Gus Dur menjadi teladan yang layak dihidupkan kembali.
“Di masa Gus Dur, nama Irian Jaya diubah menjadi Papua, dan itu adalah langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi kami. Pendekatan dialogis seperti ini sangat dihargai oleh masyarakat Papua,” kenangnya.
Socratez juga melihat adanya kesamaan dalam semangat yang dibawa Mar’uf Amin dengan Gus Dur. Ia menilai, meski usia Mar’uf Amin sudah lanjut, komitmen dan kesediaannya turun langsung ke lapangan merupakan tanda keseriusan untuk memahami persoalan di Papua.
“Saya melihat ini sebagai kesempatan besar untuk menyelesaikan masalah di Papua. Saya siap mendukung ide dan program yang diusulkan oleh Mar’uf Amin. Sebagai seseorang yang berada di luar struktur pemerintahan, saya siap berkontribusi dalam menyelesaikan masalah yang selama ini belum terselesaikan dengan baik,” tegasnya.
Sebagai tokoh gereja dan masyarakat, Socratez menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sipil dalam menciptakan kedamaian sejati di Papua. Ia berharap langkah Mar’uf Amin dapat membuka jalan bagi proses penyelesaian yang lebih efektif dan manusiawi.
“Saya berharap bahwa dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, upaya penyelesaian konflik di Papua dapat dilakukan dengan lebih baik, efektif, dan membawa kedamaian yang sejati bagi masyarakat di wilayah tersebut,” pungkasnya.
Reporter: Rochmat
Editor: Hari
Baca juga:
Indonesia dan Selandia Baru Perluas Kolaborasi Bidang Kesehatan dan Pertanian
"Tokoh gereja Papua, Socratez Sofyan Yoman, menyatakan dukungan terbuka kepada Wakil Presiden Mar’uf Amin dalam upaya menyelesaikan konflik panjang di Tanah Papua. Ia menilai pendekatan dialogis Mar’uf Amin mirip dengan gaya kepemimpinan Gus Dur yang pernah menghidupkan rasa dihargai di hati masyarakat Papua."
#PapuaDamai #MarufAmin #SocratezYoman #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

