GalaPos ID, Kupang.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak sejumlah jurnalis media nasional dan lokal meninjau langsung pelaksanaan program revitalisasi pendidikan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Langkah ini menjadi upaya membuka ruang bagi media untuk melihat secara langsung penggunaan anggaran negara. Namun, bagi publik, ukuran keberhasilan program tidak berhenti pada bangunan yang berdiri megah, melainkan pada perubahan kualitas pendidikan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"Bangunan sekolah memang mudah difoto. Yang lebih sulit adalah memotret dampaknya terhadap masa depan anak-anak."
Baca juga:
- SD Inpres Naimata Dapat Revitalisasi Rp3,1 Miliar, Minat Siswa Meningkat
- Aklamasi Tanpa Lawan, Yoseph Dasi Djawa Nahkodai PA GMNI NTT hingga 2031
- Hari Anak Nasional 2026, Bidakara Hotel Perkuat Transformasi Hotel Ramah Keluarga
Gala Poin:
1. Kemkomdigi mengajak 15 media nasional dan lokal meninjau langsung hasil program revitalisasi pendidikan di SD Inpres Naimata dan SMA Negeri 8 Kupang.
2. Pemerintah menyatakan revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran dan akses pendidikan.
3. Publik masih menanti indikator keberhasilan jangka panjang berupa peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar penyelesaian proyek infrastruktur.
Sebanyak 15 media nasional dan lokal mengikuti kunjungan lapangan ke SD Inpres Naimata dan SMA Negeri 8 Kupang. Para jurnalis diajak melihat pemanfaatan fasilitas yang dibangun melalui program revitalisasi sekolah.
Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memberikan gambaran langsung kepada media, khususnya media nasional, mengenai perkembangan pelaksanaan revitalisasi sekolah di daerah.
"Kita ingin mengajak teman-teman jurnalis untuk bisa melihat progres atau pemanfaatan dari program revitalisasi sekolah, terutama media nasional kan belum tentu bisa melihat progres revitalisasi sekolah (di daerah), dan tadi kita sudah lihat perubahan yang signifikan dan berdampak pada jumlah siswa yang bisa bersekolah,” terang Farida, dalam keterangan yang diterima, Rabu, 22 Juli 2026.
Baca juga:
Desa Bonto Marannu Lokasi KKN-T Keamanan Pangan Unhas, Fokus Edukasi dan UMK
Kota Kupang dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai menjadi salah satu contoh pelaksanaan revitalisasi pendidikan yang mencerminkan upaya pemerataan pembangunan hingga kawasan Indonesia Timur.
Melalui kegiatan tersebut, Kemkomdigi berharap media dapat melihat secara langsung bagaimana anggaran pemerintah diwujudkan menjadi infrastruktur pendidikan yang dimanfaatkan oleh sekolah dan masyarakat.
![]() |
| Gedung sekolah SD Inpres Naimata Kupang usai mendapat program revitalisasi pendidikan, Selasa, 21 Juli 2026/Resti Seli |
Meski demikian, transparansi program tidak cukup hanya melalui kunjungan lapangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar menghasilkan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Sebab, keberhasilan revitalisasi pada akhirnya akan diukur bukan dari banyaknya gedung yang dibangun, melainkan dari kualitas pembelajaran, prestasi peserta didik, serta pemerataan akses pendidikan yang dirasakan masyarakat.
Baca juga:
Industri Event Tumbuh Pesat, SGU Buka Konsentrasi Event Management
Mengajak media melihat gedung adalah awal transparansi. Tantangan berikutnya, membuka data tentang hasil pendidikan yang benar-benar berubah.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Kemkomdigi #RevitalisasiPendidikan #Kupang #NTT #PendidikanIndonesia

