GalaPos ID, Kab. Bantaeng.
Di tengah masih banyaknya pelaku usaha mikro yang belum memahami pentingnya keamanan pangan dan legalitas produk, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin Gelombang 116 memilih menjadikan edukasi dan pendampingan sebagai fokus pengabdian di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan.
"UMK sering diminta bersaing di pasar. Tapi tanpa legalitas dan pemahaman keamanan pangan, bersaing ibarat ikut lomba dengan garis start yang berbeda. KKN-T Unhas mencoba memperkecil jarak itu."
Baca juga:
- Industri Event Tumbuh Pesat, SGU Buka Konsentrasi Event Management
- Muharram, Menara Peninsula Hotel Ajak Anak Yatim Menginap Lewat Program CSR
- Krisis Susu Masih Mengintai, Santri Garda Pangan Dilatih Budidaya Sapi di Bogor
Gala Poin:
1. Mahasiswa KKN-T Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan BPOM mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan di Desa Bonto Marannu.
2. Program berfokus pada pembentukan Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD) serta pendampingan UMK dalam pengurusan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
3. Selain edukasi pangan, mahasiswa juga mendukung penguatan tata kelola pemerintahan desa melalui pembaruan struktur organisasi Kantor Desa Bonto Marannu.
Melalui Seminar Program Kerja yang digelar pada Senin, 13 Juli 2026, mahasiswa memaparkan berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan sekaligus membantu pelaku usaha mikro memenuhi aspek legalitas usaha melalui kolaborasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Koordinator Desa Posko Gembira Bonto Marannu, Sul Fajrin Marda, mengatakan kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar bersama masyarakat.
"Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN-T Keamanan Pangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Bonto Marannu. Program yang kami laksanakan tidak hanya menjadi bentuk pengabdian, tetapi juga wadah untuk belajar bersama masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman dan berkualitas," ujar Sul Fajrin Marda, dalam keterangan yang diterima, Senin, 20 Juli 2026.
Baca juga:
ARS University Edukasi Ibu Rumah Tangga Ubah Aktivitas Harian Jadi Konten Bernilai
Sul menjelaskan bahwa KKN-T Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin Gelombang 116 merupakan program tematik yang dilaksanakan bersama BPOM sebagai mitra strategis.
"Kolaborasi dengan BPOM menjadi bekal penting bagi kami untuk melaksanakan edukasi, kaderisasi, dan pendampingan kepada masyarakat. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan sekaligus mendukung pelaku usaha dalam memenuhi aspek legalitas usahanya," jelas Sul Fajrin Marda.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan untuk menjalankan program yang berorientasi pada edukasi, kaderisasi, dan pendampingan masyarakat dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan.
Program kerja dibagi menjadi dua pendekatan utama. Pertama, pendekatan kaderisator melalui pembentukan Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD) sebagai penggerak masyarakat dalam menerapkan praktik pengolahan pangan yang aman.
Kedua, pendekatan fasilitator dengan mendampingi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) dalam proses penerbitan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) guna meningkatkan legalitas usaha, menjamin keamanan produk, serta memperkuat daya saing di pasar.
Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari Karang Taruna, Tim Penggerak PKK, kelompok tani, pelaku UMK, pelaku usaha ritel, usaha pangan siap saji, masyarakat umum, hingga sekolah.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun budaya keamanan pangan yang berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan masyarakat. Selain fokus pada keamanan pangan, Posko Gembira juga mengusulkan program tambahan berupa pembaruan struktur organisasi di Kantor Desa Bonto Marannu.
Baca juga:
Menag Resmikan STAI Muslimah, Soroti Bahaya Tafsir Tanpa Literasi Bahasa Arab
Program ini disusun berdasarkan koordinasi dengan pemerintah desa untuk memperjelas pembagian tugas perangkat desa sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana selama masa KKN, tetapi juga dari sejauh mana kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan meningkat dan semakin banyak pelaku UMK yang mampu memenuhi standar legalitas sehingga produknya lebih aman, berdaya saing, dan dipercaya konsumen.
Baca juga:
Prediksi Hasil Final Piala Dunia 2026: Siapa Berpeluang Jadi Juara
Kalau makanan harus punya tanggal kedaluwarsa, sudah saatnya cara mengolah pangan yang asal-asalan juga "kedaluwarsa". Mahasiswa Unhas membawa misi itu ke Desa Bonto Marannu.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KKNUnhas #KeamananPangan #BPOM #UMKBerdaya #Bantaeng
.jpg)
.jpg)