Menjelang Tiba di Rumah, Dua Jamaah Haji Meninggal Saat Perjalanan Pulang

GalaPos ID, Surabaya.
Kepulangan jamaah haji yang seharusnya menjadi momen penuh syukur justru diwarnai duka. Dua jamaah haji Kloter 12 asal Malang, Jawa Timur, meninggal dunia dalam perjalanan kembali ke Indonesia pada Kamis, 4 Juni 2026.
Satu jamaah wafat di dalam pesawat sesaat sebelum mendarat di Bandara Juanda, sementara satu jamaah lainnya meninggal saat berada di dalam bus menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Menjelang Tiba di Rumah, Dua Jamaah Haji Meninggal Saat Perjalanan Pulang
Di tengah euforia kepulangan haji, dua jamaah justru menghembuskan napas terakhir sebelum tiba di rumah. Ketika antrean koper selesai, pertanyaan publik belum usai: apakah perlindungan kesehatan jamaah sudah sekuat slogan pelayanan haji setiap tahun?

"Pesawat hampir mendarat, bus hampir tiba, tetapi dua jamaah tak sempat pulang ke rumah. Tragedi ini mengingatkan bahwa perjalanan haji bukan hanya soal keberangkatan, melainkan juga keselamatan hingga kembali."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Dua jamaah haji Kloter 12 asal Malang meninggal dunia saat perjalanan pulang ke Indonesia, masing-masing di pesawat dan bus menuju Asrama Haji Surabaya.
2. Total jamaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia selama musim haji 2026 mencapai 49 orang.
3. Faktor serangan jantung dan kelelahan pascaibadah haji diduga menjadi penyebab utama, memunculkan kembali sorotan terhadap sistem pemantauan kesehatan jamaah berisiko tinggi.


Peristiwa ini menambah jumlah jamaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menjadi 49 orang. Dari jumlah tersebut, 47 jamaah wafat saat masih berada di Arab Saudi dan dua lainnya meninggal dalam perjalanan pulang ke Tanah Air.

Korban pertama adalah Hery Widianto (69), yang diduga mengalami serangan jantung saat penerbangan menuju Indonesia. Sementara korban kedua, Wayan Rohani Suwasti (63), meninggal dunia ketika dalam perjalanan menggunakan bus dari Bandara Juanda menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Data tersebut disampaikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan. Hingga hari ke-14 proses debarkasi, pihaknya mencatat angka kematian jamaah haji Embarkasi Surabaya mencapai 49 orang.

“Total jamaah haji dari Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia menjadi 49 orang. 47 jamaah meninggal saat di Arab Saudi dan 2 orang dalam perjalanan kembali ke tanah air. Petugas dalam hal ini Tim Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya telah melakukan penanganan dan evakuasi ke RSUD Haji Jawa Timur sebelum dipulangkan ke rumah duka di Malang,” kata Rosidi, Jumat, 5 Juni 2026.

Baca juga:
Waterpark Intanpari Jadi Andalan Wisata Soloraya Saat Musim Libur Sekolah

Menurut petugas kesehatan, kedua kasus kematian tersebut diduga berkaitan dengan gangguan jantung. Faktor kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang panjang juga dinilai dapat memicu kambuhnya penyakit penyerta yang sebelumnya dalam kondisi terkendali.
 
Rosidi menjelaskan, tim medis sebenarnya telah memberikan pertolongan kepada jamaah yang mengalami kondisi darurat di dalam pesawat. Namun upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil.

“Jemaah yang wafat di pesawat sudah dilakukan tindakan medis selama 15 menit. Namun saat pesawat hendak mendarat, tindakan medis yang dilakukan dokter kloter harus dihentikan. Diduga jemaah tersebut wafat tepat saat pesawat hendak mendarat," tuturnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemantauan kesehatan jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi, tidak hanya selama berada di Tanah Suci, tetapi juga saat proses kepulangan yang memerlukan perjalanan panjang dan menguras kondisi fisik.

Dua Jamaah Haji Kloter 12 Wafat Saat Pulang, Total Korban Embarkasi Surabaya Jadi 49
Dua jamaah wafat saat perjalanan pulang haji, menambah daftar duka yang terus bertambah. Di saat angka keberangkatan dipamerkan, publik kini menunggu transparansi evaluasi kesehatan jamaah.

 

PPIH Debarkasi Surabaya menyatakan terus melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap jamaah yang baru tiba dari Arab Saudi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan pascaperjalanan serta memastikan seluruh jamaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman.

Di balik keberhasilan jutaan umat Islam menunaikan rukun Islam kelima, catatan kematian jamaah selama musim haji masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi penyelenggara dan sistem pelayanan kesehatan. 

Ealuasi terhadap mitigasi risiko kesehatan, khususnya bagi jamaah lanjut usia dan penderita penyakit kronis, menjadi kebutuhan mendesak agar perjalanan spiritual tidak berakhir menjadi tragedi yang seharusnya dapat diminimalkan.

 

 

Baca juga:
Insomnia Bukan Sekadar Stres, Bisa Karena Makanan

"Di tengah euforia kepulangan haji, dua jamaah justru menghembuskan napas terakhir sebelum tiba di rumah. Ketika antrean koper selesai, pertanyaan publik belum usai: apakah perlindungan kesehatan jamaah sudah sekuat slogan pelayanan haji setiap tahun?"

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Haji2026 #JamaahHaji #DebarkasiSurabaya #KesehatanJamaah #BeritaNasional

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال