GalaPos ID, Toboali.
Dua pekan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih lesu.
Lonjakan harga sapi hingga 30 persen dibanding tahun lalu membuat daya beli masyarakat melemah dan pedagang mulai khawatir stok hewan kurban tidak terserap optimal.
"Harga sapi kurban di Toboali, Bangka Selatan, melonjak hingga 30 persen menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Dampaknya, penjualan hewan kurban lesu dan daya beli masyarakat mulai melemah."
Baca juga:
- The 3rd NUSAMICE 2026 Dorong Industri MICE Ramah Lingkungan di Semarang
- Alumni Run 2026 IKAPIM Jadi Simbol Diplomasi Rakyat Indonesia-Malaysia
- SMN dan Industri Hospitality, Bangun Simbiosis Baru di Era Digital
Gala Poin:
1. Harga sapi kurban di Toboali naik hingga 30 persen dibanding tahun lalu.
2. Kenaikan harga menyebabkan daya beli masyarakat melemah dan penjualan hewan kurban melambat.
3. Pedagang tetap optimistis permintaan meningkat mendekati Hari Raya Iduladha 1447 H.
Saat ini, harga sapi kurban dijual di kisaran Rp24 juta hingga Rp33 juta per ekor. Harga tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada kisaran Rp19 juta hingga Rp28 juta per ekor.
Kenaikan harga itu dinilai menjadi faktor utama menurunnya minat masyarakat membeli hewan kurban lebih awal. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, sebagian warga memilih menunda pembelian dan mengutamakan kebutuhan lain.
Salah satu pedagang hewan kurban di Toboali, Widodo, mengaku penjualan tahun ini bergerak lebih lambat dibandingkan periode Iduladha sebelumnya.
Baca juga:
Pemulihan Sawah Pascabencana di Sumatera Dikebut, Aceh Hadapi Beban Terbesar
Menurutnya, kenaikan harga terjadi pada sapi Madura maupun sapi Bali.
“Dibandingkan tahun lalu, penjualan tahun ini memang agak sepi karena meningkatnya harga sapi. Harga sapi Madura naik sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya, sedangkan sapi Bali naik sekitar 25 persen. Kemungkinan masyarakat masih kaget dengan kenaikan harga tersebut sehingga daya beli sementara sedikit menurun. Namun, Insyaallah menjelang Hari Raya Iduladha permintaan bisa meningkat kembali,” ujar Widodo, Senin, 11 Mei 2026.
Hingga saat ini, dari total 11 ekor sapi yang tersedia di kandang, baru enam ekor yang berhasil terjual. Sementara itu, penjualan kambing juga belum menunjukkan peningkatan signifikan. Dari total 30 ekor kambing yang tersedia, baru 12 ekor yang laku terjual.
Kondisi tersebut mencerminkan tekanan ekonomi masyarakat yang masih terasa menjelang Iduladha tahun ini.
Pedagang berharap permintaan hewan kurban meningkat pada pekan terakhir sebelum hari raya agar seluruh stok dapat habis terjual.
Meski penjualan masih melambat, para pedagang tetap optimistis tradisi berkurban masyarakat akan kembali menggeliat mendekati Hari Raya Iduladha.
Baca juga:
Halal Bihalal SMN 2026: Krisis Kepercayaan Publik, Gaungkan Kolaborasi Media
"Penjualan hewan kurban di Toboali, Bangka Selatan, masih sepi dua pekan jelang Iduladha 1447 H. Kenaikan harga sapi hingga 30 persen membuat daya beli masyarakat menurun."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Iduladha1447H #HargaSapiNaik #HewanKurban #BangkaSelatan #Toboali
.jpeg)
.jpeg)