Pemulihan Sawah Pascabencana di Sumatera Dikebut, Aceh Hadapi Beban Terbesar

GalaPos ID, Aceh.
Pemerintah mengklaim rehabilitasi sawah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai menunjukkan hasil. Ribuan hektare lahan pertanian kini kembali diolah petani.
Namun, jika dibandingkan dengan total kerusakan yang mencapai puluhan ribu hektare, progres pemulihan masih menyisakan pekerjaan besar, terutama di Aceh yang menjadi wilayah terdampak terluas.

Ribuan Petani Mulai Garap Sawah Pascabencana, Proyek Rehabilitasi Belum Rampung
Pemerintah mengklaim rehabilitasi sawah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan kemajuan. Dari target 42.702 hektare, baru sebagian lahan yang selesai dipulihkan dan kembali ditanami petani. Foto: istimewa

"Ribuan hektare sawah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera mulai kembali ditanami. Namun di balik klaim percepatan rehabilitasi, sebagian besar lahan rusak terutama di Aceh masih menunggu pemulihan di tengah anggaran ratusan miliar rupiah yang telah digelontorkan pemerintah."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Pemerintah menargetkan rehabilitasi 42.702 hektare sawah terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera dengan anggaran Rp337,97 miliar.
2. Hingga Mei 2026, baru 4.098 hektare sawah selesai direhabilitasi dan sekitar 2.110 hektare kembali ditanami.
3. Aceh menjadi wilayah dengan tantangan terbesar karena memiliki lahan terdampak paling luas mencapai 31.464 hektare.


Data Kementerian Pertanian mencatat target pemulihan sawah di tiga provinsi mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran Rp337,97 miliar. Hingga 7 Mei 2026, sebanyak 16.670 hektare lahan telah memasuki tahap konstruksi rehabilitasi. Dari jumlah tersebut, baru 4.098 hektare yang dinyatakan selesai direhabilitasi.

Sementara itu, 2.212 hektare lahan telah kembali diolah dan sekitar 2.110 hektare mulai ditanami kembali oleh petani.

Kemajuan paling signifikan terjadi di Sumatera Barat. Dari target rehabilitasi 3.902 hektare, sebanyak 3.809 hektare atau sekitar 98 persen telah memasuki tahap konstruksi. Sebanyak 2.583 hektare di antaranya juga telah selesai direhabilitasi.

Tidak hanya itu, lebih dari 2.100 hektare sawah di provinsi tersebut sudah kembali ditanami. Kondisi ini menjadi indikator awal pulihnya aktivitas pertanian masyarakat setelah terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.

Baca juga:
Manfaat Bulu Tangkis untuk Kesehatan di Tengah Tren Hidup Sehat 2026

Berbeda dengan Sumatera Barat, tantangan pemulihan di Aceh masih jauh lebih kompleks. Provinsi ini mencatat luas lahan terdampak terbesar, mencapai 31.464 hektare atau lebih dari 70 persen total lahan rusak di tiga provinsi.
 
Sejumlah daerah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya masih menjalani proses rehabilitasi berupa pengerjaan saluran irigasi, pembentukan kembali petak sawah, hingga pengolahan lahan.

Di Sumatera Utara, rehabilitasi sawah seluas 5.201 hektare telah memasuki tahap konstruksi. Pemerintah menyebut percepatan pemulihan terus dilakukan untuk mengejar musim tanam dan menekan risiko penurunan produksi pangan masyarakat.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, mengatakan pemulihan sawah menjadi prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat terdampak.

“Pemulihan sawah terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah di tiga provinsi terdampak,” ujar Amran dalam konferensi pers Satgas PRR dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Sabtu, 9 Mei 2026.

Rp337 Miliar Digelontorkan, Rehabilitasi Sawah Pascabencana Baru Sentuh Sebagian Lahan

 

Menurutnya, percepatan rehabilitasi sawah tidak hanya ditujukan agar lahan kembali produktif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, terutama bagi ribuan keluarga petani yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.

Meski demikian, besarnya selisih antara total target rehabilitasi dengan lahan yang benar-benar pulih menunjukkan proses pemulihan masih membutuhkan pengawasan ketat.

Transparansi penggunaan anggaran, kecepatan pengerjaan, hingga efektivitas rehabilitasi menjadi sorotan penting agar bantuan pemulihan tidak berhenti sebatas angka laporan progres.

 

 

Baca juga:
Lay’s Gandeng Ritel Nasional Hadirkan Pengalaman Nobar Piala Dunia 2026
"Pemerintah mengklaim rehabilitasi sawah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan kemajuan. Dari target 42.702 hektare, baru sebagian lahan yang selesai dipulihkan dan kembali ditanami petani."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KetahananPangan #SawahTerdampak #BencanaSumatera #RehabilitasiPertanian #PetaniIndonesia
Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال