GalaPos ID, Sidoarjo.
Kebun kelengkeng di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, didorong menjadi destinasi wisata edukasi terpadu yang tidak hanya berorientasi pada sektor pertanian, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Konsep pengembangan itu mencakup integrasi pertanian, perikanan, peternakan, hingga wisata kuliner berbasis UMKM lokal.
"Kebun kelengkeng di Desa Tulangan, Sidoarjo, didorong menjadi destinasi wisata edukasi terpadu. Konsep ini dinilai mampu menggabungkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM untuk mendongkrak ekonomi lokal."
Baca juga:
- Sapi Kurban Mahal, Pedagang di Toboali Khawatir Stok Tak Habis Terjual
- The 3rd NUSAMICE 2026 Dorong Industri MICE Ramah Lingkungan di Semarang
- Alumni Run 2026 IKAPIM Jadi Simbol Diplomasi Rakyat Indonesia-Malaysia
Gala Poin:
1. Kebun kelengkeng di Tulangan didorong menjadi wisata edukasi terpadu berbasis pertanian, peternakan, perikanan, dan kuliner.
2. BHS menilai kawasan tersebut berpotensi menjadi pusat pembelajaran bagi pelajar sekaligus penggerak ekonomi warga.
3. Pemerintah berharap wisata edukasi pertanian dapat menarik minat generasi muda dan membuka lapangan kerja baru.
Dorongan tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, saat meninjau langsung kebun kelengkeng milik Yulianto pada Senin, 11 Mei 2026.
Bambang menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran lapangan bagi pelajar di Sidoarjo. Menurutnya, wisata edukasi berbasis pertanian dapat menjadi sarana mengenalkan proses budidaya tanaman kepada generasi muda di tengah semakin berkurangnya minat terhadap sektor pertanian.
“Tempat ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah-sekolah di Sidoarjo. Siswa tidak hanya berwisata, tetapi juga belajar mulai dari pembibitan hingga proses menanam dan panen,” ujar Bambang.
Baca juga:
SMN dan Industri Hospitality, Bangun Simbiosis Baru di Era Digital
“Saya juga minta agar dikembangkan dengan wisata kuliner. Dinas UMKM perlu mendukung agar pelaku usaha bisa tumbuh di sekitar sini. Selain itu, transportasi publik menuju lokasi juga harus diperhatikan agar masyarakat mudah mengakses,” katanya.
Di sisi lain, pengelola kebun, Yulianto, mengaku minat masyarakat untuk berkunjung terus meningkat. Bahkan, keterbatasan hasil panen membuat sebagian pengunjung harus ditolak karena buah kelengkeng yang tersedia tidak mencukupi.
“Pengunjung sudah banyak, bahkan sering tidak kebagian. Sampai sekarang masih banyak yang menghubungi ingin datang, tapi buahnya sudah habis. Kendalanya memang lahan terbatas dan buahnya musiman,” ungkap Yulianto.
Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu pengembangan kawasan agar lebih optimal sebagai lokasi wisata edukasi berbasis pertanian.
“Terima kasih atas kunjungan dan bantuannya. Harapannya tempat ini bisa terus dikembangkan agar lebih baik sebagai lokasi edukasi,” ujarnya.
Selain kelengkeng, lahan tersebut juga dikembangkan untuk berbagai komoditas lain seperti jambu, mangga, perikanan, hingga peternakan kambing. Khusus tanaman mangga, Yulianto menanam varietas unggulan dengan bobot buah mencapai 1,5 hingga 2 kilogram per buah dan memiliki potensi hasil panen tinggi.
Baca juga:
Jejak Digital dan Press Release, Kunci Kepercayaan Publik
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eni Rustianingsih, menilai keberadaan kebun tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar berkembang di wilayah perkotaan seperti Sidoarjo.
“Sidoarjo ini kota metropolitan, tapi ternyata masih ada potensi pertanian seperti kelengkeng. Bahkan ini salah satu yang terbesar, sekitar 1,5 hektare,” kata Eni.
Ia berharap pengembangan wisata edukasi pertanian dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
“Harapannya bukan hanya petani yang sudah tua, tetapi generasi milenial juga tertarik. Kalau edukasi ini berjalan dan terintegrasi dengan pendidikan serta ekonomi, kami yakin ke depan bisa mengurangi pengangguran,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mendorong konsep serupa dikembangkan di lokasi lain dengan memanfaatkan tanah kas desa sebagai lahan produktif berbasis pertanian dan edukasi masyarakat.
Baca juga:
Lay’s Gandeng Ritel Nasional Hadirkan Pengalaman Nobar Piala Dunia 2026
"Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pengembangan kebun kelengkeng di Tulangan, Sidoarjo, menjadi wisata edukasi terpadu berbasis pertanian, kuliner, dan pemberdayaan UMKM."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Sidoarjo #WisataEdukasi #KebunKelengkeng #UMKM #PertanianModern
.jpg)
.jpg)