GalaPos ID, Jakarta.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Georgy Borisenko, dalam kunungan kerja di Moskow, Rusia, Rabu, 13 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas dinamika geopolitik Timur Tengah hingga penguatan kerja sama strategis Indonesia-Rusia di tengah situasi global yang terus berubah cepat.
![]() |
| Ketika negara-negara besar sibuk adu pengaruh di Timur Tengah, diplomasi kembali dipaksa bekerja lembur demi mencari sesuatu yang makin langka: stabilitas. Foto: Kemenlu |
"Dunia terus bicara damai di ruang konferensi, sementara konflik tetap berjalan di lapangan. Indonesia dan Rusia kini mencoba memastikan diplomasi belum benar-benar kehilangan arah."
Baca juga:
- Libur Panjang Ancol Diserbu 73 Ribu Wisatawan, Pantai Murah Jadi Pelarian Warga
- Perbedaan Data Hotspot di Sarolangun Jadi Alarm Awal Musim Kemarau 2026
- Banjir dan Longsor Terjang Bungo, Ribuan Warga Mengungsi
Gala Poin:
1. Wamenlu RI Anis Matta bertemu Deputi Menlu Rusia Georgy Borisenko di Moskow membahas isu Timur Tengah dan kerja sama strategis.
2. Palestina, Selat Hormuz, Lebanon, dan Suriah menjadi fokus pembahasan kedua negara.
3. Indonesia menegaskan komitmen mendukung kemerdekaan Palestina melalui forum bilateral dan multilateral.
Pembahasan kedua negara berfokus pada isu Palestina, Selat Hormuz, Lebanon, dan Suriah, termasuk peluang kerja sama dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta BRICS.
Pertemuan itu menjadi kelanjutan komunikasi diplomatik sebelumnya saat Anis Matta menerima kunjungan Deputi Menteri Luar Negeri sekaligus Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Timur Tengah dan Afrika, Mikhail Bogdanov, di Jakarta pada 27 Mei 2025.
"Pertemuan berlangsung sangat produktif dan membahas situasi di kawasan Timur Tengah, khususnya isu Palestina, Selat Hormuz, Lebanon, dan Suriah, serta penguatan kerja sama di tingkat regional maupun global," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam siaran persnya, Sabtu, 16 Mei 2026.
Baca juga:
Di Balik KKN Mahasiswa: LPJ dan Publikasi Jadi Sorotan Kampus
Di tengah meningkatnya ketegangan global dan tarik-menarik kepentingan negara besar, langkah diplomasi Indonesia dinilai penting untuk menjaga posisi politik luar negeri bebas aktif agar tidak terseret dalam polarisasi geopolitik internasional."
![]() |
| "Palestina, Selat Hormuz, Lebanon, dan Suriah menjadi fokus pembahasan kedua negara. |
Pertemuan berlangsung hangat dan mencerminkan hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang telah terjalin lama, sekaligus memperlihatkan komitmen kedua negara untuk terus memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor.
Baca juga:
Polisi Bongkar Jaringan Sabu 1,4 Kilogram di Karawang, Bandar Besar Diburu
"Saat dunia sibuk bicara perdamaian sambil tetap memproduksi konflik, Indonesia dan Rusia kembali duduk semeja membahas Timur Tengah. Diplomasi terus bergerak, meski perdamaian global sering kali masih kalah cepat dibanding eskalasi perang dan kepentingan geopolitik."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #IndonesiaRusia #AnisMatta #Palestina #DiplomasiGlobal #TimurTengah

