GalaPos ID, Jakarta.
Konten kreator TikTok Erika Putri kembali menjadi perbincangan publik setelah video prank terhadap pengemudi ojek online (ojol) yang diunggahnya viral di media sosial.
Di tengah tingginya perhatian warganet, Erika memberikan klarifikasi terkait video yang ramai diperbincangkan dan disebut berdurasi delapan menit.
"58 juta tayangan membuktikan satu hal: publik menyukai kejutan. Sayangnya, tidak semua pihak yang terlibat dalam konten viral ikut menikmati kejutannya."
Baca juga:
- Jejak Digital dan Press Release, Kunci Kepercayaan Publik
- Iklan di GalaPos ID
- Jasa Publikasi Siaran Pers, Solusi Efektif Komunikasi dengan Publik
Gala Poin:
1. Erika Putri mengklarifikasi bahwa video yang ramai diperbincangkan berdurasi satu jam, bukan delapan menit.
2. Konten prank yang melibatkan pengemudi ojol telah ditonton lebih dari 58 juta kali dan memicu beragam reaksi publik.
3. Perdebatan muncul terkait etika konten digital, terutama ketika pekerja layanan publik dilibatkan dalam konsep hiburan dan promosi.
Menurut Erika, informasi mengenai durasi video yang beredar tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
"Video itu sebenarnya berdurasi satu jam, bukan delapan menit seperti yang beredar," ujar Erika.
Video yang diunggah melalui akun TikTok @erika_putriii pada 30 Juni 2024 tersebut memperlihatkan Erika memesan layanan ojol lalu mengajak pengemudi masuk ke dalam rumahnya sebagai bagian dari konten promosi produk.
Dalam video itu, pengemudi diminta mencuci muka menggunakan produk perawatan wajah yang dipromosikan. Tak hanya itu, pengemudi juga diminta memijat kepala Erika sebelum menerima hadiah berupa cokelat sebagai bagian dari konsep promosi yang dibuat.
Baca juga:
Akui Pemeran Video Syur, Polda: Putri David Bayu Audrey Davis Diperiksa Sebagai Saksi
Konten tersebut menarik perhatian luas publik dan telah ditonton lebih dari 58 juta kali. Tingginya jumlah penonton menunjukkan besarnya daya tarik konten berbasis kejutan atau prank di media sosial. Namun, fenomena itu juga memunculkan pertanyaan mengenai batas etika dalam pembuatan konten yang melibatkan pekerja layanan publik sebagai objek hiburan.
Salah satu pengemudi ojol yang terlibat dalam video tersebut mengaku sempat merasa ragu saat menerima permintaan yang tidak biasa dari Erika.
"Beneran nih Kak enggak apa-apa?" tanya pengemudi tersebut dalam video, sebelum akhirnya mengikuti permintaan Erika.
Di balik kontroversi yang muncul, Erika Putri dikenal sebagai salah satu kreator konten dengan basis pengikut besar di media sosial. Perempuan kelahiran Jakarta, 8 Maret 2001 itu memiliki jutaan pengikut di TikTok dan Instagram serta kerap menghasilkan konten yang viral dan menjadi perbincangan publik.
Baca juga:
Gugat Cerai Istri, Andre Taulany Kejutkan Publik karena Dinilai Harmonis
Meski demikian, sorotan terhadap video tersebut tidak hanya berkaitan dengan popularitas Erika. Sejumlah warganet mempertanyakan aspek kenyamanan, persetujuan, dan posisi pengemudi ojol dalam konten yang dibuat. Sebagian menilai video tersebut menghibur dan kreatif sebagai strategi promosi produk, sementara sebagian lainnya menilai konsep yang digunakan berpotensi menempatkan pekerja layanan pada situasi yang tidak seimbang.
Kontroversi ini kembali memperlihatkan bagaimana persaingan mencari perhatian di media sosial sering kali mendorong kreator menghasilkan konten yang semakin ekstrem atau tidak biasa. Di sisi lain, publik kini semakin kritis dalam menilai apakah sebuah konten hanya sekadar hiburan atau telah melampaui batas etika demi mengejar viralitas.
Baca juga:
Kasus Penggelapan Dana Awkarin, Polisi Agendakan Panggilan Pihak Pengendors
Menanggapi berbagai reaksi yang muncul, Erika menegaskan bahwa video tersebut dibuat untuk tujuan hiburan dan promosi tanpa maksud merugikan pihak mana pun.
Perdebatan yang muncul menunjukkan bahwa di era ekonomi digital, tanggung jawab kreator tidak hanya diukur dari jumlah penonton yang berhasil diraih, tetapi juga dari dampak sosial yang ditimbulkan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah konten.
Baca juga:
Media Online Mainstream Indonesia
"Di era konten digital, pengemudi ojol datang untuk mengantar penumpang. Namun dalam dunia viralitas, mereka bisa tiba-tiba berubah menjadi pemeran utama tanpa pernah mengikuti casting."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #ErikaPutri #TikTokIndonesia #KontenViral #EtikaDigital #OjolIndonesia