GalaPos ID, Jakarta.
Penipuan online dengan modus klik like YouTube semakin meresahkan masyarakat. Baru-baru ini, Polda Metro Jaya mengungkap sebuah kasus penipuan besar yang melibatkan dua pelaku yang memanfaatkan platform media sosial untuk menjebak korban mereka.
Kasus ini berhasil diselesaikan pada akhir Juni 2024 dan melibatkan korban yang tertipu dengan iming-iming bayaran tinggi untuk mengklik "like" pada video YouTube.
"Penipuan online dengan modus klik like YouTube kini semakin meresahkan. Dalam satu kasus yang diungkap Polda Metro Jaya, dua pelaku berhasil menipu korban dengan janji bayaran tinggi. Apakah Anda bisa terhindar dari jebakan ini?"
Baca juga:
- Korban Takut Melapor, Polisi Tetap Buru Pelaku Perampokan Viral
- Longsor Cibeunying: 21 Warga Masih Hilang, SAR Bagi Pencarian Jadi 5 Sektor
- Bisnis Bulion BSI Dorong Laba & Likuiditas Bank Tumbuh
Gala Poin:
1. Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Penipuan Modus Klik Like YouTube – Dua pelaku berhasil ditangkap setelah menipu korban dengan tawaran bayaran Rp31.000 per klik like video YouTube.
2. Modus Operandi Penipuan – Pelaku menggunakan media sosial dan aplikasi seperti WhatsApp dan Telegram untuk menipu korban dengan janji imbalan, namun meminta pembayaran deposit terlebih dahulu.
3. Tips Menghindari Penipuan – Langkah-langkah pencegahan termasuk tidak memberikan informasi pribadi, memverifikasi klaim dengan sumber terpercaya, dan tidak membayar biaya pendaftaran yang tidak jelas.
Modus Operandi Pelaku. Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pelaku menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp dan menawarkan pekerjaan dengan bayaran Rp31.000 per klik "like" video YouTube.
Setelah korban setuju, mereka diarahkan untuk mengunduh aplikasi Telegram dan diminta melakukan setoran deposit ke rekening yang telah disiapkan oleh pelaku sebelum diberikan tugas mengklik video.
"Selanjutnya korban dikirimkan sebuah link aplikasi Telegram melalui aplikasi WhatsApp. Setelah pelapor menyetujui untuk melakukan pekerjaan tersebut, korban diwajibkan untuk menyetor ke rekening deposito sebelum diberikan misi pekerjaan," jelas Kombes Ade Safri dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat, 28 Juni 2024.
Namun, setelah membayar biaya deposito, korban tidak menerima bayaran yang dijanjikan. Alih-alih, mereka justru terjebak dalam jaringan penipuan yang lebih luas. Praktik seperti ini telah merugikan banyak orang dan melibatkan jumlah uang yang tidak sedikit.
Baca juga:
Cara Efektif Meningkatkan Daya Ingat Anak, Orang Tua Wajib Tahu
Bagaimana Modus Penipuan ini Bekerja? Penipuan dengan modus klik like YouTube biasanya dimulai dengan pelaku menghubungi calon korban melalui media sosial atau email. Pelaku kemudian mengklaim bahwa korban dapat memperoleh uang atau hadiah dengan memberi "like" pada video YouTube tertentu.
Setelah korban menyetujui tawaran tersebut, mereka diminta untuk mendaftar di situs web yang meminta informasi pribadi. Pada tahap berikutnya, korban diminta mengunduh aplikasi yang diklaim dapat membantu mereka memperoleh imbalan.
Sering kali, aplikasi ini mengandung malware atau spyware yang bisa merusak perangkat korban atau mencuri data pribadi mereka.
Bahkan, dalam beberapa kasus, korban diminta membayar biaya pendaftaran atau biaya lainnya untuk melanjutkan program tersebut, namun pada akhirnya, mereka tidak menerima imbalan apa pun.
Yang lebih mengejutkan lagi, pelaku sering kali meminta korban untuk merekrut orang lain agar bergabung dalam program yang sama, sehingga menciptakan jaringan penipuan yang lebih besar.
Tips Menghindari Penipuan Klik Like YouTube. Bagi masyarakat yang tidak ingin menjadi korban, beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk menghindari penipuan semacam ini:
Jangan Berikan Informasi Pribadi – Jangan pernah memberikan data pribadi atau informasi keuangan kepada pihak yang tidak dikenal.
Verifikasi Klaim dengan Sumber Terpercaya – Selalu pastikan bahwa tawaran pekerjaan atau hadiah berasal dari sumber yang terpercaya dan sah.
Gunakan Perangkat Lunak Keamanan – Pastikan perangkat Anda dilindungi dengan antivirus atau perangkat lunak keamanan untuk mencegah malware.
Baca juga:
Izin Bulion BSI, Nasabah Bisa Investasi Emas Aman dan Terjangkau
Jangan Bayar Biaya yang Tidak Jelas – Jika sebuah program meminta biaya pendaftaran yang tidak jelas, lebih baik hindari dan lakukan penelitian terlebih dahulu.
Langkah Hukum untuk Korban. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menjadi korban penipuan ini, segera laporkan ke pihak berwenang atau platform yang digunakan oleh pelaku, seperti YouTube atau media sosial lainnya. Pihak berwajib, seperti Polda Metro Jaya, akan membantu menangani kasus tersebut dan mencegah kerugian lebih lanjut.
Penipuan modus klik like YouTube adalah salah satu bentuk penipuan online yang terus berkembang. Dengan iming-iming bayaran tinggi, para pelaku memanfaatkan keinginan orang untuk mendapatkan uang dengan cara mudah. Waspadalah dan selalu teliti dalam setiap tawaran yang Anda terima di media sosial atau email.
“Apa ciri-ciri penipuan online yang paling mudah Anda kenali?” Silahkan isi pendapat di kolom komentar.
Baca juga:
Janji Hibah Rp30 M, Kisah Dukun Palsu di Pontianak Ditangkap Polisi
"Fenomena penipuan online terus berkembang, salah satunya modus klik like YouTube yang menyasar korban dengan iming-iming bayaran tinggi. Polda Metro Jaya mengungkap kasus ini pada Juni 2024, di mana pelaku menawarkan pekerjaan mengklik "like" video dengan imbalan Rp31.000 per klik. Ketahui cara pelaku menjalankan penipuan ini dan tips untuk menghindarinya."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PenipuanOnline #ModusKlikLike #PoldaMetroJaya
