GalaPos ID, Jakarta.
Di tengah dominasi film horor yang memenuhi layar bioskop nasional, sebuah proyek film berlatar keindahan alam Papua Barat bersiap menawarkan warna berbeda.
Film 7ujuh Senja akan menjadikan Kaimana sebagai pusat cerita sekaligus etalase potensi wisata yang selama ini belum banyak terekspos di industri perfilman Indonesia.
"Indonesia punya ribuan destinasi indah, tetapi yang sering tampil di layar justru lokasi yang itu-itu saja. Film 7ujuh Senja mencoba mengubah kebiasaan tersebut."
Baca juga:
- BINUS @Alam Sutera Siapkan Mahasiswa Hadapi Era AI dan Ketidakpastian Karier
- Festival Sorak Betawi Condet 2026, Strategi Baru Menjaga Budaya
- Khitanan Massal Jadi Sarana Kampanye Keselamatan Penerbangan di Soekarno-Hatta
Gala Poin:
1. Film 7ujuh Senja menjadi film pertama yang mengangkat keindahan alam Kaimana, Papua Barat, sebagai latar utama cerita.
2. Produksi film didukung ASPEKSINDO, HIPPI, dan Bapepan KADIN sebagai bagian dari promosi wisata dan ekonomi kreatif daerah.
3. Film diharapkan mampu meningkatkan popularitas Kaimana sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Film produksi APCM Productions tersebut akan mengangkat panorama alam, budaya lokal, dan kehidupan masyarakat Kaimana dalam balutan drama kemanusiaan romantis. Kehadiran film ini dinilai bukan sekadar proyek hiburan, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan destinasi wisata Indonesia Timur kepada publik yang lebih luas.
Disutradarai oleh Anwar Sany dengan skenario yang ditulis bersama Tritya Krissantie, 7ujuh Senja menggandeng Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), serta Badan Pengembangan Ekosistem Perfilman dan Animasi Kamar Dagang dan Industri (Bapepan KADIN).
Direktur Eksekutif ASPEKSINDO, Andi Fajar Asti, menyebut film tersebut menjadi karya pertama yang secara khusus mengangkat keindahan alam Kaimana sebagai elemen utama cerita.
“Ya Film 7ujuh Senja menjadi film pertama yang mengangkat tentang keindahan alam wilayah Kaimana,” ucap Direktur Eksekutif ASPEKSINDO, Andi Fajar Asti dalam konferensi pers yang digelar di kantor ASPEKSINDO Jakarta pada Kamis, 11 Juli 2024.
Baca juga:
Kasus Hanania Travel: Awkarin Ajukan Penundaan, Polisi Sudah Periksa 140 Saksi
“Film ini merupakan kesempatan menggali dan eksplorasi potensi kekayaan alam Indonesia sekaligus promosi pariwisata di Kaimana serta menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Kaimana itu indah,” jelasnya.
Selain promosi wisata, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan usaha lokal, hingga terbukanya peluang kerja bagi masyarakat setempat. Pengalaman sejumlah daerah menunjukkan bahwa film dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun citra destinasi dan menggerakkan ekonomi kreatif.
Dukungan terhadap produksi film tersebut juga datang dari Kepala Bapepan KADIN, Erik Hidayat. Ia menilai perfilman Indonesia membutuhkan lebih banyak variasi tema dan lokasi cerita agar mampu menawarkan alternatif bagi penonton.
“Kita dorong film ini berjalan baik dan bisa menjadi genre yang berbeda di tengah maraknya film horror. Kami dari Bapepan KADIN berharap film Indonesia semakin jaya didalam negeri dan kami akan berupaya memperkenalkan film ini hingga keluar Indonesia,” harapnya.
Di tengah persaingan industri hiburan yang semakin ketat, keberhasilan 7ujuh Senja nantinya tidak hanya diukur dari jumlah penonton. Yang lebih penting adalah sejauh mana film ini mampu memperkenalkan Kaimana kepada dunia, memperkuat identitas budaya lokal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Barat.
Sebab bagi daerah-daerah yang selama ini jarang mendapat sorotan nasional, layar lebar dapat menjadi jendela baru yang membuka peluang ekonomi, investasi, dan promosi pariwisata yang lebih luas.
Baca juga:
Mahasiswa Datangi DPR, Stabilitas Ekonomi dan Kelangkaan BBM Jadi Tuntutan
"Di saat layar bioskop dipenuhi teror hantu, Kaimana hadir membawa senja, laut biru, dan pemandangan yang tidak perlu jumpscare untuk memikat penonton."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #7ujuhSenja #KaimanaPapuaBarat #PapuaBarat #FilmIndonesia #PariwisataIndonesia
