Cakap dan Alfamart Bidik Keluarga Muda, Pendidikan Masuk Jalur Ritel

GalaPos ID, Jakarta.
Di tengah persaingan industri pendidikan digital yang semakin ketat, startup pendidikan (edtech) Cakap mulai memperluas strategi bisnisnya dengan menyasar keluarga muda sebagai pasar utama.
Langkah itu diwujudkan melalui kemitraan dengan jaringan ritel terbesar di Indonesia, Alfamart, yang dinilai mampu membuka akses pasar lebih luas melalui ribuan gerai yang tersebar hingga ke kawasan permukiman.

Bidik Keluarga Muda, Cakap Perluas Bisnis Pendidikan Lewat Jaringan Alfamart
Chief Operating Officer Cakap, Cecillia Ong, mengatakan kerja sama dengan Alfamart merupakan langkah awal yang berpotensi berkembang lebih jauh di masa mendatang. Foto: istimewa

 

 

"Dulu ke minimarket beli susu anak, sekarang sekalian daftar les bahasa Inggris. Ketika pendidikan masuk lorong ritel, siapa yang paling diuntungkan: keluarga atau pasar?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Cakap menggandeng Alfamart untuk memperluas pasar pendidikan anak dengan menyasar keluarga muda di kawasan perumahan.
2. Cakap Kids Academy mengusung konsep belajar bahasa Inggris tatap muka yang dipadukan aktivitas motorik dan evaluasi rutin bersama orang tua.
3. Kolaborasi pendidikan dan ritel memunculkan pertanyaan publik mengenai batas antara perluasan akses pendidikan dan strategi ekspansi bisnis.


Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Cakap memperkuat layanan pendidikan anak usia dini melalui Cakap Kids Academy (CKA), fasilitas belajar bahasa Inggris tatap muka yang diperuntukkan bagi anak usia 4 hingga 12 tahun.

Chief Operating Officer Cakap, Cecillia Ong, mengatakan kerja sama dengan Alfamart merupakan langkah awal yang berpotensi berkembang lebih jauh di masa mendatang. Menurutnya, kedua pihak memiliki kesamaan target konsumen, yakni keluarga muda yang membutuhkan akses pendidikan lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal.

"Kami sangat bersemangat mengumumkan kemitraan dengan Alfamart dan berharap ini menjadi langkah awal termasuk dalam memberikan pilihan belajar inovatif yang ramah jarak bagi orang tua dan dekat dengan siswa," ucap Cecillia, dalam siaran pers yang diterima, Senin, 5 Februari 2024.

Baca juga:
Tingkatkan Branding Bisnis dengan Paket Publikasi GalaPos ID

Di balik ekspansi tersebut, terdapat persoalan yang selama ini kerap dihadapi sebagian orang tua. Salah satunya dialami Wira (34), warga Kota Tangerang, yang mengaku kesulitan menemukan tempat kursus bahasa Inggris yang dekat dari rumah.
 
Selain faktor jarak, ia juga menyoroti metode pembelajaran yang dinilai masih terlalu berorientasi pada teori sehingga membuat anak cepat kehilangan minat belajar.

“Tempat les selalu jauh dari rumah dan kadang metode belajar hanya terpaku pada teori dikelas saja yang membuat anak-anak cepat bosan,” ujar Wira.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Cakap menghadirkan konsep pembelajaran yang dipadukan dengan aktivitas motorik melalui fasilitas gymnastic. Perusahaan mengklaim pendekatan ini dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus memudahkan orang tua memantau perkembangan anak.

CKA menawarkan program belajar enam bulan hingga satu tahun dengan kapasitas maksimal delapan siswa per kelas. Model kelas kecil ini diklaim mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan pengawasan perkembangan peserta didik.

Cakap Kids Academy Masuk Minimarket, Dekatkan Les Bahasa Inggris ke Perumahan
Startup pendidikan atau edtech Cakap, mulai memperluas target konsumen, khususnya menyasar segmentasi keluarga usia muda di sektor digitalisasi pendidikan. Pada awal tahun ini, Cakap menggandeng kerjasama dengan pemain ritel terbesar di Indonesia, yakni Alfamart. Foto: istimewa

Minimarket Jadi Pintu Masuk Ekspansi Pendidikan
Setelah membuka lokasi perdana di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Cakap melanjutkan ekspansi dengan menghadirkan cabang kedua di Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

Menariknya, lokasi kedua ini mengusung konsep mixed use dengan menempatkan fasilitas belajar dalam area yang sama dengan gerai Alfamart. Strategi tersebut memperlihatkan tren baru di mana ruang komersial tidak lagi hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pusat layanan pendidikan.

Business Unit Cakap Kids Academy, Indrayanto Chandra, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di dekat kawasan perumahan dilakukan untuk menjawab kebutuhan orang tua yang menginginkan akses belajar yang mudah dijangkau.

“Evaluasi setiap tiga bulan, masing-masing guru akan berdiskusi langsung dengan orang tua siswa di fasilitas belajar kami, sehingga mengetahui bagaimana perkembangan belajar anak,” ucap Indra.

Baca juga:
Jejak Digital dan Press Release, Kunci Kepercayaan Publik


Potensi Pasar Besar di Jakarta Barat

Kalideres yang memiliki luas sekitar 30,23 kilometer persegi menjadi salah satu wilayah dengan potensi pasar yang besar. Bersama Kecamatan Cengkareng, kawasan tersebut memiliki ratusan fasilitas pendidikan untuk anak usia dini dan sekolah dasar.

Data dari sejumlah sumber menunjukkan terdapat sekitar 171 taman kanak-kanak serta 231 sekolah dasar di kedua kecamatan tersebut. Besarnya populasi anak usia sekolah menjadi salah satu alasan kawasan ini dipilih sebagai lokasi pengembangan layanan pendidikan Cakap.

Jika sekolah terlalu jauh dan kursus terlalu mahal, mungkinkah masa depan pendidikan anak Indonesia dimulai dari sebelah rak mi instan?
Kecamatan Kalideres (30,23 km2) yang menjadi lokasi kedua CKA, merupakan area terluas di wilayah Jakarta Barat. Bersama Kecamatan Cengkareng yang bersebelahan dengan Kalideres, keduanya memiliki potensi yang besar terutama kelompok anak sekolah usia 4-12 tahun. Foto: istimewa

 

Namun demikian, di tengah ekspansi bisnis pendidikan yang semakin agresif, muncul pertanyaan yang relevan bagi publik: sejauh mana kolaborasi korporasi mampu benar-benar meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, bukan sekadar memperluas pangsa pasar?

Menanggapi hal tersebut, Cecillia menegaskan bahwa kemitraan dengan Alfamart tidak hanya berorientasi bisnis semata.

“Kolaborasi antara Cakap Kids Academy bersama ritel Alfamart bukan hanya upaya mendekatkan diri dengan potential market, tapi juga bertujuan untuk mempercepat penyebaran akses pendidikan berkualitas kepada anak bangsa secara menyeluruh dan dimulai dari usia dini, usia emas anak-anak,” tutup Cecillia Ong.

 

Baca juga:
Di Balik KKN Mahasiswa: LPJ dan Publikasi Jadi Sorotan Kampus

"Di saat harga kebutuhan pokok terus jadi perhatian keluarga muda, kini minimarket tak hanya menjual susu dan camilan, tetapi juga menawarkan akses pendidikan. Pertanyaannya, apakah kolaborasi Cakap dan Alfamart benar-benar memperluas akses belajar anak, atau justru menjadi babak baru komersialisasi pendidikan di dekat kasir?"

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PendidikanIndonesia #CakapKidsAcademy #Alfamart #EdtechIndonesia #KeluargaMudaIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال