Galapos, Penajam Paser Utara
Ratusan warga bersama aparatur pemerintah menggelar salat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin 2 September 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memohon turunnya hujan di tengah ancaman kemarau panjang serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat fenomena El Nino.
Camat Sepaku, Abimanyu Arliandito, menjelaskan bahwa Salat Istiqsa ini dilaksanakan secara serentak di empat kecamatan se-Kabupaten PPU sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi darurat kekeringan.
"Hal ini juga sebagai bentuk ikhtiar kami, karena kondisi di Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini curah hujan cukup kecil, bahkan di tiga minggu ini belum ada hujan sama sekali," ujar Abimanyu.
Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kecamatan Sepaku, Kiai Bejono Said, menegaskan bahwa pelaksanaan salat Istisqa menjadi momen pertaubatan dan introspeksi diri bagi umat manusia.
"Jadi dengan adanya salat Istisqa ini kita bisa introspeksi diri, kita bisa ingat dosa-dosa kita yang masa lalu, sehingga hikmahnya mau turun hujan apakah kita taubat dulu. Karena turunnya hujan itu dimulai dari pengakuan salah yang ada pada kita dulu, sehingga Allah yang akan menurunkan hujan dari kerendahan hati kita," tuturnya.
Dampak kemarau panjang di wilayah kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) ini kian terasa. Hingga saat ini, tercatat ada dua wilayah di Kecamatan Sepaku yang mulai mengalami krisis air bersih, yakni Kelurahan Sepaku dan Desa Karangjinawi.

