GalaPos ID, Jakarta.
Musim kemarau kembali menjadi alarm bagi pengelolaan sampah di Jakarta. Ancaman kebakaran di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang bukan persoalan baru, sehingga kesiapsiagaan pemerintah kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengaktifkan posko siaga selama 24 jam dan memperkuat berbagai fasilitas mitigasi untuk mengantisipasi potensi kebakaran di area landfill.
"Musim kemarau selalu datang tepat waktu. Semoga kesiapsiagaan pemerintah juga begitu, bukan baru sibuk setelah asap mengepul."
Baca juga:
- Denza D9 Dark Gold: Tambah Rp79 Juta demi Warna dan Aksen Emas
- Back to School! Promo Sepatu Murah di Jakarta Fair 2026
- Jangan Anggap Sepele Patah Tulang, Fraktur Bisa Berujung Cacat Permanen
Gala Poin:
1. DLH DKI Jakarta mengaktifkan Posko Siaga Bencana 24 jam untuk mengantisipasi kebakaran di TPST Bantargebang selama musim kemarau.
2. Berbagai sarana pemadaman, alat berat, hidran, dan sumber air dipastikan dalam kondisi siap digunakan setiap saat.
3. Publik berharap mitigasi berjalan efektif sehingga kebakaran landfill dapat dicegah, bukan sekadar ditangani setelah terjadi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan berbagai sarana pemadaman telah disiapkan, mulai dari pompa air, selang, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kolam penampungan air, tangki air, mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, hingga mobil spray steam.
“Penyemprotan dan penyiraman air pada zona landfill juga dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengendalian risiko selama musim kemarau,” ujar Dudi dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Juli 2026.
Selain memperkuat sarana pemadaman, DLH DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan PT NOEI sebagai pengelola pembangkit listrik yang memanfaatkan gas metana di TPST Bantargebang. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pemeriksaan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan pipa gas metana berjalan optimal.
“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi teknis terhadap fasilitas pendukung di kawasan TPST Bantargebang,” ucapnya.
Baca juga:
Jakarta Fair 2026: Promo KARA, Indofood, Finna, hingga McLewis
“UPST memastikan personel, alat berat, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap. Dalam penanganan potensi kebakaran di area landfill, kecepatan deteksi dan kemampuan melokalisasi area menjadi sangat penting agar situasi tidak meluas,” lanjut Dudi.
DLH DKI Jakarta juga memastikan kesiapan sumber air pendukung melalui tandon air, kolam penampungan, serta armada mobil tangki.
![]() |
| Longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menewaskan tiga orang pada Minggu, 8 Maret 2026. |
Saat ini, TPST Bantargebang memiliki titik hidran di kawasan PLTSa Merah Putih dan RDF Bantargebang yang akan menjadi bagian dari sistem penanganan kebakaran.
“Saat ini, TPST Bantargebang memiliki titik hidran yang berada di area PLTSa Merah Putih dan RDF Bantargebang. Ketersediaan air pendukung terus diperkuat melalui koordinasi dan penyiapan sarana tambahan di lapangan,” tandasnya.
Langkah mitigasi ini diharapkan mampu mencegah kebakaran besar yang kerap menjadi ancaman saat musim kemarau. Namun, bagi publik, ukuran keberhasilan bukan hanya banyaknya peralatan atau posko yang disiagakan, melainkan efektivitas pengawasan, kecepatan respons di lapangan, serta kemampuan mencegah kebakaran sebelum menimbulkan pencemaran udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Baca juga:
Widget Label Blogger dengan Thumbnail, Solusi Percantik Tampilan Artikel
Posko siaga 24 jam sudah disiapkan. Kini publik menunggu satu hal yang lebih penting: jangan sampai kebakaran tetap datang seperti agenda tahunan.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #TPSTBantargebang #DLHDKI #MusimKemarau #MitigasiBencana #Jakarta

.jpg)