GalaPos ID, Jember.
Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melonjak tajam.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah yang kini menembus Rp80 ribu per kilogram akibat pasokan yang menipis karena cuaca buruk di sejumlah daerah sentra pertanian.
"Menjelang Iduladha 2026, harga cabai rawit di Jember melonjak hingga Rp80 ribu per kilogram. Cuaca buruk yang mengganggu hasil panen membuat pasokan menipis dan memicu kenaikan harga sejumlah bahan dapur."
Baca juga:
- Sapi Kurban Mahal, Pedagang di Toboali Khawatir Stok Tak Habis Terjual
- The 3rd NUSAMICE 2026 Dorong Industri MICE Ramah Lingkungan di Semarang
- Alumni Run 2026 IKAPIM Jadi Simbol Diplomasi Rakyat Indonesia-Malaysia
Gala Poin:
1. Harga cabai rawit merah di Jember melonjak hingga Rp80 ribu per kilogram akibat cuaca buruk dan pasokan menipis.
2. Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah, tomat, jahe, dan berbagai bumbu dapur lainnya di Pasar Tanjung.
3. Pedagang mengeluhkan penjualan yang sepi karena daya beli masyarakat menurun menjelang Iduladha 2026.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada cabai, tetapi juga memicu kenaikan harga berbagai komoditas sayur dan bumbu dapur di Pasar Tanjung, Jember. Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem disebut menyebabkan hasil panen petani menurun, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Selain faktor cuaca, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha turut mendorong harga bahan pokok terus merangkak naik.
Salah seorang pedagang di Pasar Tanjung, Sa’adah, mengatakan harga kebutuhan pokok dalam beberapa pekan terakhir belum menunjukkan kestabilan karena stok dari petani dan pengepul terus berkurang.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang sebelumnya dijual Rp30 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp80 ribu per kilogram.
Baca juga:
SMN dan Industri Hospitality, Bangun Simbiosis Baru di Era Digital
Sementara cabai rawit hijau naik dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Adapun cabai merah besar melonjak dari Rp30 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram.
“Naiknya sudah 100 persen lebih, stok pun menipis dari tingkat pengepul, penjualan juga sepi,” ungkap Sa’adah, Senin, 11 Mei 2026.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bumbu dapur lainnya. Harga bawang merah naik dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram, sedangkan tomat melonjak dari Rp7 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
Tidak hanya itu, harga jahe yang sebelumnya berada di kisaran Rp16 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp25 ribu. Sementara kunyit, daun sereh, kencur, daun jeruk, laos, dan sejumlah bumbu dapur lainnya mengalami kenaikan bertahap di kisaran Rp1.000.
Pedagang khawatir lonjakan harga cabai tahun ini akan kembali menyamai kondisi pada 2015 lalu ketika harga cabai sempat menembus Rp150 ribu per kilogram.
“Khawatirnya untuk cabai ini kejadian pada 2015 kemarin yang tembus Rp150 ribu per kilo itu terulang lagi,” keluhnya.
Di tengah kenaikan harga bumbu dapur dan sayuran, kondisi berbeda justru terjadi pada daging ayam potong. Menjelang Iduladha, harga ayam mengalami penurunan dari Rp38 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Meski harga ayam turun, pedagang mengaku permintaan masyarakat masih cenderung sepi. Kondisi tersebut menunjukkan daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.
Baca juga:
Jejak Digital dan Press Release, Kunci Kepercayaan Publik
"Harga cabai rawit di Pasar Tanjung Jember naik drastis menjelang Iduladha 2026 akibat cuaca buruk dan pasokan yang menipis. Pedagang mengeluhkan penjualan yang ikut menurun."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HargaCabai #Jember #Iduladha2026 #PasarTanjung #KenaikanHarga
5 Opsi Judul SEO Menarik:
.jpeg)
.jpeg)