GalaPos ID, Kediri.
Program sosial-edukatif “Pecel Baris” kembali digelar untuk keenam kalinya di kawasan Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur (Jatim), dengan menawarkan pelatihan bahasa Inggris gratis bagi masyarakat lokal.
Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari pengemudi ojek online hingga pelaku UMKM.
"Pelatihan bahasa Inggris gratis kembali hadir di Kampung Inggris Pare. Namun, seberapa besar dampaknya bagi warga lokal di tengah industri kursus yang terus berkembang?"
Baca juga:
- Langkah-Langkah Produksi Siaran Pers Profesional
- Jasa Publikasi Siaran Pers, Solusi Efektif Komunikasi dengan Publik
- Peta Spa dan Wellness Jakarta: Dari Refleksi hingga Kemewahan Hotel
Gala Poin:
1. Pecel Baris ke-6 menyediakan pelatihan bahasa Inggris gratis bagi warga Kampung Inggris Pare.
2. Program menargetkan peningkatan kepercayaan diri dan praktik bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
3. Tantangan utama terletak pada keberlanjutan dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Di tengah pesatnya industri kursus di Pare, program ini hadir dengan tujuan memperluas praktik bahasa Inggris ke luar ruang kelas—ke interaksi sehari-hari warga. Namun, pertanyaan yang muncul: apakah pelatihan singkat ini cukup untuk memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat?
Co-Founder Global English, Agus Tri Winarso, mengatakan program Pecel Baris diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri masyarakat saat menggunakan bahasa Inggris dalam berinteraksi dengan pelajar maupun pendatang dari berbagai daerah.
“Melalui Pecel Baris, kami ingin masyarakat sekitar Kampung Inggris ikut menjadi bagian dari lingkungan belajar yang aktif. Ketika warga bisa menggunakan bahasa Inggris sederhana dalam kehidupan sehari-hari, suasana belajar di Pare akan terasa lebih hidup dan alami,” ujar Agus, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Kamis, 30 April 2026.
Baca juga:
Efektifkah Publikasi di Media Mainstream untuk Kredibilitas Usaha?
Meski demikian, program berbasis pelatihan singkat sering kali menghadapi tantangan klasik: konsistensi dan keberlanjutan. Tanpa ekosistem yang benar-benar terintegrasi, kemampuan yang diperoleh peserta berisiko tidak terpakai secara optimal.
Head Committee Pecel Baris, Yuda Maryanto, menilai kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membangun lingkungan berbahasa Inggris yang aktif dan inklusif.
“Kegiatan ini sangat bagus untuk membangun lingkungan berbahasa Inggris di tengah masyarakat. Jadi bukan hanya pelajar yang belajar, tetapi warga sekitar juga ikut terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari. Dengan begitu, atmosfer belajar di Kampung Inggris akan terasa lebih nyata dan hidup,” kata Yuda.
![]() |
| Belajar bahasa Inggris kini tak hanya di kelas—warga Kampung Inggris Pare ikut ambil peran lewat program gratis Pecel Baris ke-6! Foto: istimewa |
Program ini berlangsung mulai 20 April hingga 15 Mei 2026 dengan target sekitar 200 peserta. Peserta dibagi dalam beberapa kelas berdasarkan tes kemampuan dasar, dengan dua sesi pembelajaran—pagi dan malam—untuk menyesuaikan jadwal kerja mereka.
Fokus materi diarahkan pada komunikasi praktis. Namun, efektivitas pendekatan ini tetap bergantung pada seberapa sering peserta menggunakan kemampuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari setelah program selesai.
Baca juga:
Aksi Jual Asing Menggila, BBCA Terpuruk 25% YTD, Ini Respons BCA
"Program Pecel Baris ke-6 di Kampung Inggris Pare kembali memberikan pelatihan bahasa Inggris gratis bagi warga. Inisiatif ini diklaim meningkatkan kepercayaan diri, tetapi efektivitasnya masih perlu diuji dalam jangka panjang."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KampungInggris #PecelBaris #BahasaInggrisGratis #PendidikanIndonesia #UMKMNaikKelas
.jpeg)
.jpeg)